Desa Lebak Mantan Rayakan Hari Jadi ke-120 Lewat Festival Kampong Tuha Tepengo
(Acara Festival Kampong Tuha Tepengo , Hari Jadi Desa Lebak Mantan ke - 120 Tahun/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Memperingati hari jadi ke-120 Desa Lebak Mantan, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar), pemerintah desa bersama masyarakat setempat menyelenggarakan Festival Kampong Tuha
Tepengo.
Acara tersebut merupakan
sebuah pesta rakyat yang mengangkat tema Nuju Suaka Beadat. Dan bertujuan untuk
menggali, menghidupkan kembali, dan melestarikan budaya-budaya adat yang hampir
terlupakan oleh generasi sekarang.
Hal tersebut diungkapkan
Kepala Desa Lebak Mantan, Satibi Yusuf, saat dikonfirmasi Poskotakaltimnews
Senin (02/06/2025) via telpon.
Ia menjelaskan bahwa tema
tersebut mencerminkan semangat untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai adat dan
budaya leluhur yang telah lama menjadi identitas masyarakat Desa Lebak Mantan.
"Kami ingin
budaya-budaya adat yang hampir ditinggalkan ini bisa digali dan dikembangkan
kembali, agar tidak hanya dikenal di daerah tetapi juga hingga ke tingkat
nasional," ujar Satibi
Kades Lebak Mantan
tersebut menyebutkan adapun rangkaian kegiatan dimulai dengan berbagai
perlombaan olahraga tradisional dan modern, kemudian dilanjutkan dengan pentas
seni dan budaya.
“Beragam pertunjukan seni
adat ditampilkan, mulai dari tarian khas Kutai hingga tarian Jawa, Banjar,
Bugis yang mencerminkan keberagaman budaya yang ada di Desa Lebak Mantan,”
katanya
Lanjut Satibi puncak acara
berlangsung dengan kehadiran Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan
Aji Muhammad Arifin, yang secara resmi mengukuhkan Hari Jadi ke-120 Desa Lebak
Mantan.
“Dalam kesempatan
tersebut, Sultan juga memberikan restu atas sejarah penetapan usia desa, yang
merujuk pada cikal bakal berdirinya desa dari masa Kesultanan Kutai,” jelasnya .
Selain itu, Satibi juga
mengatakan kegiatan juga dirangkai dengan pelantikan organisasi adat Sempekat
Keroan dari tiga kecamatan, sebagai upaya memperkuat kelembagaan adat di
wilayah tersebut. Yakni dari tiga kecamatan, yaitu Kota Bangun, Muara Muntai,
dan Muara Wis.
“Pada malam harinya,
masyarakat turut merayakan dengan pesta rakyat, pembacaan shalawat akbar, dan
tausiyah keagamaan,” tambahnya.
Satibi juga menyampaikan
harapannya agar momentum 120 tahun ini menjadi titik kebangkitan bagi Desa
Lebak Mantan.
"Harapan kami, dengan
usia yang ke-120 tahun ini, Desa Lebak Mantan bisa bangkit, membangun desa
dengan lebih baik, serta terus menjalin persatuan dan kesatuan di tengah
masyarakat," harapanya.
Sementara itu Plt. Kabid
Promosi dan Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad yang turut hadir pada
acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan Festival Kampung Tuha Tepengo
merupakan inisiatif dari Pemerintah Desa Lebak Mantan dalam rangka memperingati
Hari Jadi Desa yang ke-120 tahun.
“Festival ini adalah yang
pertama kali digelar dan menjadi langkah awal yang baik dalam upaya
mengembangkan potensi wisata lokal berbasis budaya dan alam,” ungkap Ivan.
Lebih lanjut, ia
menjelaskan bahwa Desa Lebak Mantan diketahui telah berdiri sejak tahun 1905.
Namun, baru tahun ini festival tersebut digagas sebagai bentuk perayaan
sekaligus promosi wisata desa.
Ivan menjelaskan festival
yang digelas Desa Lebak Mantan tahun ini mengangkat tema Nuju Suaka Beadat,
yang dalam Bahasa Kutai berarti Menuju Suaka Peradaban.
Menurut Ivan, tema
tersebut mencerminkan harapan agar masyarakat semakin terbuka, ramah terhadap
pengunjung, serta terus menjaga nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan.
Menurut Ivan juga,
perayaan hari jadi Desa Lebak Mantan ke 120 ini. Selain memperkuat identitas
budaya lokal, festival ini juga menjadi ajang pelestarian tradisi serta
mendorong pemberdayaan komunitas seni dan adat.
“Kami dari Dispar Kukar tentu sangat mengapresiasi inisiatif
ini dan berharap festival ini bisa menjadi agenda tahunan yang memperkuat
branding wisata desa dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut,”
tutup Ivan. (Adv/Tan)